dikala
jemariku menari
luas ku
seakan terbuka
sepiku
memihak sendiri
seperti
terdengar gemercik hujan
tubuhku tak
kuat terus menahan
seakan
dingin membunuhku
hati kecil
berbisik lirih
memaksaku
kembali padanya
sejuta rasa
menggoda
sejuta sesal
di depan mata
sang alang
seperti menjelma
saat aku
mengingat dosa
saat itulah
aku memendam rasa
rasa sesal
di dinding hati
selepas tak
juga pergi
sakit
terngiang seakan mati
membuka
tabir saat ini
pernah
kumencoba tuk sembunyi
terkadang
sia-sia aku mencari
namun
bayangmu tetap menghantui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar