memuja diri ku
tak sebait bahkan setinggi
bintang kau puji
setiap malam kau hafalkan
puisi-puisi yg aku hadirkan
buat seorang bidadari senja
kemudian kau rangkai
dalam makna indah
sampai aku tak dapat
memejamkan mata ini
oh tuhan
seketikanya dia berlalu
tak hanya cinta yg ditinggalkannya
tapi benci disemai didalam hatinya
apa yg telah aku lakukan?
sebesar itukah rasanya
apakah aku tak membalas cintanya?
apakah aku pernah membuatnya menangis?
kau terus berdoa
agar kelak liang lahat ku tercipta
agar jasad ini membiru
dan aku terus mengamin
setiap doa dari bibir mu
dan masih indah aku bernyanyi
dan masih gembira aku bersyair
cinta memang ciptaan yg tercita buat
sang pencipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar